Crihl Football News

Update Berita Bola

Category: Profil Pemain

Profil Alberto Goncalves, Pemain Sepak Bola Indonesia Kelahiran Brasil
?>

Profil Alberto Goncalves, Pemain Sepak Bola Indonesia Kelahiran Brasil

Di Indonesia, ada banyak pemain sepak bola yang memiliki berbagai prestasi yang membanggakan. Hampir sebagian besar pemain sepak bola yang tergabung dalam klub bola di Indonesia merupakan pemain sepak bola lokal. Namun, ada banyak juga pemain sepak bola kelahiran luar negeri yang bergabung dalam klub sepak bola di Indonesia, salah satunya adalah Alberto Goncalves. Berikut ini akan diulas selengkapnya profil Alberto Goncalves, pemain sepak bola Indonesia kelahiran luar negeri.

Profil Pemain Sepak Bola Alberto Goncalves

Alberto Goncalves da Costa atau seringkali disapa Beto merupakan seorang pemain sepak bola Indonesia yang kelahirannya berasal dari Brasil, 31 Desember 1980. Sejak kecil, Alberto Goncalves sudah menggemari bermain sepak bola. Alberto Goncalves atau dipanggil Beto pernah bergabung dengan klub sepak bola Sport Balem ketika masih tinggal di Belem, Brazil.

Hobinya bermain sepak bola membuat Alberto Goncalves sering berpindah-pindah klub sepak bola. Namun, Alberto Goncalves juga mampu mencetak banyak prestasi dengan bergabung dengan klub-klub tersebut.Pemain sepak bola yang telah berusia 40 tahun ini biasanya diposisikan sebagai penyerang dalam klub sepak bola. Alberto Goncalves pernah bergabung di beberapa klub  besar sepak bola Indonesia.

Ciri khas utama dari seorang Alberto Goncalves yaitu mampu melakukan teknik dribbling bola yang dapat dikatakan cukup sulit. Alberto Goncalves memiliki kecepatan dan ketepatan dribbling yang sangat baik sehingga mampu membawa tim meraih kemenangan. Tak heran, lawan mainnya sering kewalahan mengejar Alberto Goncalves sehingga memberikan kesempatan tim sepak bolanya untuk menang.

Perjalanan Karir Pemain Sepak Bola Alberto Goncalves

Dari profil  Alberto Goncalves yang dipaparkan singkat sebelumnya, membuktikan bahwa Alberto Goncalves atau Beto memiliki kemampuan bermain sepak bola yang hebat. Awal mula perjalanan karir Alberto Goncalves dengan klub sepak bola Indonesia adalah dengan bergabung di tim Persipura Jayapura dari tahun 2009 hingga 2010. Selama bergabung dengan Persipura Jayapura, Alberto Goncalves mampu mencetak 18 gol dalam 28 pertandingan.

Setengah musim setelah itu, ia bergabung dengan Persijap dari tahun 2010 hingga 2011. Alberto Goncalves kembali bergabung dengan Persipura Jayapura setelahnya dari tahun 2011 hingga 2012. Dengan bergabungnya Alberto Goncalves di Persipura Jayapura, Beto kembali mencetak gol  sebanyak 25 gol dalam 34 pertandingan. Setelah itu, Alberto Goncalves sempat bergabung dengan Arema Cronus, Madura United dan Sriwijaya.

Dengan bergabungnya Alberto Goncalves di Sriwijaya FC, Beto memulai debutnya sebagai pemain sepak bola Indonesia. Pertandingan pertamanya di tahun 2016 waktu itu ketika bertanding dengan Persib Bandung. Dalam pertandingan tersebut, Alberto Goncalves mampu mencetak gol pertama di musim 2016. Kemudian di pekan ketiga melawan Madura FC, Alberto Goncalves turut mencetak gol kembali sehingga membawa tim untuk menang.

Beragam prestasi mampu diciptakan oleh seorang Alberto Goncalves. Kemampuannya yang baik dalam bermain sepak bola mampu membawa Alberto Goncalves atau Beto bergabung dalam Tim Nasional Indonesia untuk bertanding di level Internasional. 

Sebelum itu, Alberto Goncalves telah meresmikan diri sebagai Warga Negara Indonesia tepatnya pada 6 Februari 2018. Kemampuan Alberto Goncalves mampu memperkuat Timnas Indonesia dalam pertandingan Internasional yang dibuktikan dengan tiga gol yang mampu dihasilkan oleh Alberto Goncalves.

Inilah profil Alberto Goncalves, seorang pemain sepak bola lokal kelahiran Brasil. Walaupun bukan berasal dari pemain lokal, Alberto Goncalves membuktikan bahwa pemain luar Indonesia juga mampu mengharumkan nama Indonesia. Maka dari itu, kemampuan atau skill seseorang tidak boleh diremehkan begitu saja. Ketika terus mengasah skill yang dimiliki, akan membawa seseorang menuju keberhasilan yang diharapkan.

 

 

 

 

Mengenal Lebih Dalam Profil Yussa Nugraha
?>

Mengenal Lebih Dalam Profil Yussa Nugraha

Akhir-akhir ini santer terdengar daftar-daftar pemain berketurunan Indonesia yang mampu menembus dunia persepakbolaan Internasional, salah satunya Yussa Nugraha. Pemain satu ini merupakan pemuda yang sangat disorot dikarenakan yang masih menyandang status sebagai warga negara Indonesia. Mampu berkarir di Eropa bahkan bergabung menjadi tim muda Feyenoord yang sudah terkenal dalam Liga Belanda semakin menarik simpati masyarakat Indonesia. Berikut profil Yussa Nugraha pemuda asal Solo yang menarik perhatian.

Pindah ke Belanda

Pada usia 8 tahun dikarenakan tuntutan kerja orang tua, Yussa kecil harus mengikuti orang tuanya pergi ke Belanda. Berpindah dari Solo ke Belanda, Yussa kecil sempat mengalami kondisi dimana tidak terbiasa dengan kehidupan Belanda hingga merasa tertekan karena harus mahir berbahasa inggris serta mencari teman baru.

Yussa akhirnya mampu mencoba untuk masuk ke dalam sekolah sepak bola hingga mampu meraih prestasi hingga sekarang. Sempat ke Indonesia untuk menempuh sekolah menengah atas, Yussa sudah menempuh bangku perkuliahan dan menjalani sepak bola di Belanda kurang lebih 9 tahun.

Karier Sepak Bola

Terkenal dengan kehadirannya di Feyenoord SC U18 saat berusia 18 tahun.  Yussa mengumumkan kepindahannya ke SVV Scheveningen yang merupakan klub kasta ketiga di Belanda. Hal ini sangat disyukuri penggemar mengingat Yussa sempat mengalami cedera sehingga membutuhkan waktu untuk penyembuhan.

Tim Favorit dan Pemain Favorit

Yussa mengaku mengagumi beberapa tim dan juga pemain favorit sepak bola. Untuk tim sepak bola Indonesia terlalu beragam sehingga cukup bimbang untuk menentukan mana tim terbaik, namun untuk pemain favoritnya diantaranya ada Boaz Solossa dan juga Stefano Lilipaly. Tim sepakbola terfavorit menurut Yussa adalah Paris Saint-Germain FC dan pemain internasional favoritnya ada Cristiano Ronaldo beserta Neymar.

Memiliki Channel YouTube

Profil Yussa Nugraha yang merupakan pemain sepak bola tidak membalasnya untuk meningkatkan kreativitasnya. Yussa Nugraha membuka Channel YouTube dengan menggunakan namanya sendiri untuk berkomunikasi dengan penggemar serta membagi ilmu mengenai dunia sepak bola. Channel YouTubenya untuk saat ini masih menggunakan tenaganya sendiri untuk merekam bahkan mengedit video.

Memanfaatkan waktu luang di tengah-tengah masa latihan dan juga kuliah, Yussa Nugraha mampu memberikan konten yang bermanfaat. Konten yang disajikan berupa tips dan trik latihan untuk membentuk otot yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan bersepak bola hingga wawancara eksklusif dengan tokoh-tokoh pesepak bola yang tentunya menarik untuk ditonton.

Tips dan Motivasi

Teruntuk masyarakat yang ingin mencoba menjadi pesepak bola, terdapat tips dan trik untuk meningkatkan kemampuan fisik ala Yussa Nugraha. Memperbanyak latihan kardio sangat dianjurkan selain itu dapat dilakukan dengan renang.

Memotivasi diri sendiri sangatlah penting, tetap semangat dalam menjalani kegiatan. Selalu percaya diri sangat dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi serta selalu fokus dengan passion sangatlah penting jangan sampai fokus terpecah dalam mencapai cita-cita.

Keinginan di Masa Depan

Keinginan Yussa Nugraha di masa depan diantaranya adalah mampu segera menyelesaikan kuliah. Sesuai dengan profil Yussa Nugraha, mendapatkan level yang lebih tinggi di dunia sepak bola tentunya merupakan cita-cita yang diimpikan. Meski hingga saat ini pihak PSSI belum ada panggilan serius untuk Yussa Nugraha, harapan untuk segera bergabung dalam timnas Indonesia juga merupakan keinginan di masa depan.

Itu tadi profil Yussa Nugraha yang mampu mengubah kondisi dimana harus mengikuti tuntutan karir orang tua menjadi jalan bagi Yussa untuk menjadi pesepak bola di kancah internasional. Dengan adanya semangat, rasa percaya diri, dan juga fokus dalam passion, cita-cita yang diinginkan akan segera terwujud.

 

Detail Profil Diego Michiels Pemain Bola Berbakat
?>

Detail Profil Diego Michiels Pemain Bola Berbakat

Diego Michiels adalah seorang pemain bola yang memiliki darah campuran Indonesia dan Belanda. Bahkan, dari profil Diego Michiels kita tahu bahwa Diego menjadi salah satu pemain bola favorit naturalisasi yang hadir dalam Tim Nasional Indonesia.

Profil Umum

Diego lahir di Belanda tepatnya di Deventer pada tanggal 08 Agustus 1990.  Nama ayah dan ibunya adalah Robbie Michiels dan Annet Kloppenburg. Diego Michiels mewarisi darah Indonesia dari ayahnya sedangkan darah Belanda dari ibunya. Disamping itu, Diego Michiels juga mewarisi darah Timor dari neneknya yakni Aninjola.

Diego Michiels yang berperawakan tinggi kurang lebih 183 cm ini memiliki nomor punggung 24. Berkat permainannya dilapangan, muncul quote yang cukup menarik  yakni “Sepakbola Modern Itu Pemain Belakang Bisa Menyerang”. Quote ini sudah banyak tersebar di internet. Dalam pernyataan tersebut, kita mengetahui bahwa pemain belakang pun bisa juga menjadi penyerang.

Riwayat Karir

Karirnya bermula di Belanda dimana Diego bergabung dengan klub RDC Deventer. Diego pun kemudian bergabung dengan Klub Go Ahead Eagles junior pada tahun 2007. Tak berapa lama kemudian, Diego akhirnya berhasil masuk ke tim senior.

Tahun 2011, Diego ditawarkan untuk menjadi bagian dari Tim Nasional U-23 Indonesia. Diego akhirnya meninggalkan tanah kelahirannya untuk datang ke Indonesia. Semenjak itu, karirnya dalam dunia sepak bola Indonesia mulai terbentuk.

Ditambah lagi, Diego Michiels juga pernah berkali-kali pindah klub. Diego pernah berpartisipasi dalam klub Arema dan Persija Jakarta sebagai IPL. Pada tahun 2013, Diego bergabung dengan Sriwijaya FC yang kemudian di tahun berikutnya bergabung dengan Mitra Kukar.

Pada tahun 2015, Diego pun akhirnya bergabung dengan Borneo FC yang statusnya masih aktif sampai detik ini. Bahkan kabarnya, kontraknya pun diperpanjang.

Jeratan Kasus

Dengan profil Diego Michiels yang karirnya begitu kontroversial, Diego tak lepas dari kasus. Tahun 2014, Diego dituding telah menendang dan melempar satpam dengan garpu. Sehingga, Diego sempat dipolisikan oleh satpam kompleks perumahan tempat tinggalnya di Samarinda, Kalimantan Timur. Namun, berkat jaminan dari klubnya yakni Mitra Kukar, korban pun mencabut gugatannya.

Tak hanya itu, Diego berurusan kembali dengan pihak kepolisian kasus tindak pidana terkait dugaan penganiayaan terhadap salah satu pengunjung kafe berinisial MP di Domain Café, Senayan City, Jakarta. Setelah menjalani serangkaian persidangan, Diego akhirnya dinyatakan sebagai tahanan di tahanan Polres Tanah Abang. Diego di penjara selama 3 bulan 20 hari.

Selain hukuman penjara, Diego juga mendapatkan hukuman dari manajemen Tim Nasional dimana pada saat itu Diego merupakan salah satu anggota dari Tim Nasional U-23 yang akan bermain di SEAGAMES. Hukuman yang diberikan berupa pemotongan uang saku yang disebabkan karena melanggar peraturan keluar malam yakni keluar melebihi jam yang telah ditentukan.

Menjadi Seorang Muallaf 

Ditengah masa hukumannya, Diego menjadi seorang muallaf dan kemudian mengganti namanya dari Diego Michiels menjadi Diego Muhammad bin Robbie Michiels atau Diego Muhammad. Diego mengucapkan dua kalimat syahadat pertamanya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 7 Februari 2013. Diego mengaku bahwa memeluk Agama Islam memberikan ketenangan dalam hidupnya.

Terkait masuknya Diego berpindah keyakinan, banyak yang mengira bahwa hal itu disebabkan karena kekasih Diego, Dhea Simatupang. Namun, ketika diwawancarai dalam salah satu acara stasiun televisi, Diego mengatakan bahwa itu murni dari keinginan dirinya sendiri. Tumbuh besar di lingkungan islami menjadi salah satu faktor munculnya hasrat untuk memeluk Agama Islam.

Diego Memiliki Anak

Pada tahun 2019, tepatnya pada tanggal 5 Juli Diego mempersunting kekasihnya, Dhea Ananda Boru Simatupang yang berprofesi sebagai seorang perawat. Acara pernikahannya yang berlangsung di Samarinda ini dilakukan secara tertutup yang hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat terdekat. Pasangan ini dikarunia putri cantik bernama Anceyra Aisyah Michiels.

Berdasarkan profil Diego Michiels diatas, kita tahu bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Bahkan, seorang Diego Michiels pun pernah berada di masa-masa sulit. Meskipun begitu, prestasinya terhadap bangsa tetap patut diacungkan jempol.

 

Profil Roman Chmelo, Pemain Asal Slowakia
?>

Profil Roman Chmelo, Pemain Asal Slowakia

 

Roman Chmelo merupakan salah satu pemain yang pernah bermain di beberapa klub. Tak heran kemampuannya saja sudah terlihat jelas. Bahkan bisa lihat langsung di profil Roman Chmelo disana bisa melihat berbagai perjalanan karirnya. Mulai dari karir juniornya sampai menuju ke karir senior yang pernah dijalani.

Tentunya agar sampai pada titik ini memang tidak mudah, apalagi Roman Chmelo merupakan salah satu pemain yang pernah bermain di Indonesia. Bahkan ada banyak beberapa fakta tentang Roman Chmelo. Bagaimana? Penasaran?

Perjalanan Karir Roman Chmelo

Namanya Roman Chmelo, pemain ini lahir tepatnya di kota Nova Bana tepatnya di negara Slovakia. Profil Roman Chmelo memiliki tinggi sekitar 1,74 meter atau setara dengan 5,8 ½ inci saja. Sekarang berperan menjadi seorang gelandang serang. Bahkan Roman merupakan pemain yang lahir pada tanggal 9 September 1980 dan genap berusia 40 tahun.

Pertama kali bergabung dengan karir seniornya dengan bergabung ke klub Levice pada tahun 2003. Kemudian pindah ke klub bernama Selangor PKNS sejak 2003-2007 selama 68 kali gol serta 133 kali penampilan yang ada. Lalu pada tahun 2007-2009 pindah ke FK DAC 1904 Dunajska Streda. Setelah itu pindah ke Arema Indonesia pada tahun 2009-2013.

Di Arema Indonesia berhasil melakukan 89 pertandingan yang ada dan 37 gol yang berhasil dicetak. Lalu pada tahun 2013 pindah ke PSM Makassar. Selama bergabung dengan Arema maka Roman merupakan salah satu orang yang mengatur serangan atau sering disebut playmaker. Bukan hanya itu saja tetapi pemain ini merupakan jendral ini tengah arema pada ISL 2009-2010.

Saat itu Roman baru saja bergabung ke Arema pada putaran kedua saat ISL tahun 2008-2009 kemudian dirinya berhasil mendapatkan gelar juara ISL tahun 2009-2010. Walaupun Arema sempat berganti pelatih dari Gusnul Yakin tahun 2008-2009. Dan berpindah ke mendiang Miroslav Janu pada 2010-2011 dirinya tetap menjadi pilihan utama di lini tengah.

Kisah Karirnya

Salah satu faktanya adalah Roman biasanya melakukan teknik bola terlebih dahulu sebelum membobol gawang dari tim lawan. Biasanya dirinya juga selalu menembak dengan keras melalui kakinya tak heran kalau banyak kiper yang menyerah dengan tendangan yang mematikan tersebut. Tapi sayangnya Roman berhenti dari Arema sejak awal tahun 2011.

Selama di Arema Indonesia maka Roman pernah mencetak gol sebanyak 26 kali. Bahkan pertama kalinya mencetak gol pada saat bertanding dengan Persiba Balikpapan. Saat itu Arema Indonesia kalah dari Persiba Balikpapan dengan skor 2-1 pada ISL 2008-2009. Kemudian dirinya pindah untuk bergabung ke klub di liga super Malaysia.

Setelah berada selama 2 tahun di sana, maka Roman memulai karir kembali di Indonesia dan memutuskan untuk bergabung ke PSM Makassar. Dirinya juga pernah memiliki beberapa prestasi seperti juara indonesia super league 2009-2010. Kemudian pernah mendapatkan gelar runner-up piala indonesia 2010.

Kalau dahulu Arema Indonesia mendapatkan dana dari PT Ancora tetapi kini mulai bangkit. Dan Arema mulai mendapatkan dana kembali dari Bakrie Group tepatnya pada tahun 2012. Saat itu, pelatih dari Arema yaitu Rahmad Darmawan sudah memiliki daftar pemain berbakat. Kemudian Roman menunggu tawaran kembali dari Arema tetapi sayangnya tidak ada.

Jangan heran kalau melihat perjalanan karir dari Roman Chmelo ini tentunya ada banyak sekali klub yang pernah bersamanya. Bahkan hal ini terlihat jelas di profil Roman Chmelo mulai dari pertama memulai karir sampai dengan pensiun. Apalagi buat yang penasaran bagaimana perjalanan karirnya maka simak saja artikel ini.